Sabtu, 31 Mei 2014

Cerbung #3

Rapat Darurat Markas Armada Bintang, 3 bulan setelah jatuh bom kedua

Sambil berjalan di lorong menuju ruang rapat
A: Ada apa?
B: Bom ketiga jatuh di distrik 4
A: Apa? Dekat sekali dengan ibu kota.
B: Ya. Apakah kamu menganalisanya juga?
A: Maksudmu?
B: Ya menganalisa akan terjadi ledakan di tempat itu?
A: Tidak lah, Aku kan sedang pergi ke Madas Elevant.
B: Oh ya? Di mana itu?
A: Dekat negara Saba'. Ceritakan kepadaku tentang ledakan itu.
B: Kau ingat tahanan Hosni Mo tempo lalu?
A: Oh... keponakan Jenderal L'Sisi, musuh kita. Bukankah semestinya dia dieksekusi?
B: Ya... tapi ada pemunduran jadwal. Nah dalam waktu jeda itu dia berhasil memanfaatkan celah keamanan kita.
A: Terus?
B: Dia kabur, dan hancurlah distrik 4.
A: Kenapa harus distrik 4?
B: Karena memang dia ditahan di sana! Akhirnya dia tahu juga di sana pusat penyimpanan senjata kita.
A: Ah... Lalu senjatanya?
B: Masih aman, tapi harus segera dipindahkan. Bahaya jika musuh sudah tahu tempat itu.
A: Lalu menurutmu bagaimana selanjutnya??
B: Sepertinya kita perlu tim semacam JIHANDAK
A: Apa itu?
B: Yah... untuk mendeteksi bom-bom yang akan muncul.
A: Tapi kan sulit juga mencarinya, butuh usaha keras untuk menganalisa setiap kemungkinan.
B: Iya sih...

Tiba di ruang rapat, tidak ada siapa pun kecuali Wakil Admiral, dan seorang wanita.
A: Loh kok cuma wakil admiral yang ada?
B: Memang ini permintaan beliau saja.
A: Kenapa hanya kita bertiga di sini?
B: Ini pertemuan kecil, bukan resmi. Lagipula statusmu kan bebas tugas. Tidak mungkin diundang dalam rapat resmi.
WA: Selamat datang Be! Dari mana saja engkau?
A: Maaf saya baru saja dari Madas Elevant.
WA: Oiya, menarik sekali, siapa yang kau temui?
A: Kapten Faz. Apakah lebih baik jika anda memberitahu ada apa ini?
WA: Baiklah sebelumnya, kenalkan ini Kapten Zulma. Pasti kau pernah mendengarnya. Semoga ia dapat membantumu dalam menganalisa setiap masalah.
A: Apa?! Dia?!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar