Rabu, 18 Februari 2015

Beginning the Transition Phase: AB's Note

Sangat mewakili diri saya setiap katanya, hoho..
Sumber
Kemarin malam, saya menelepon mamah, sebetulnya ingin curhat, tentang karir saya yang dalam titik nadir, atau kisah percintaan saya yang absurd. Galau lagi. Si Teteh -kakak perempuan saya yang tertua dari 3 bersaudara- berkomentar, dengan nada mengejek, "Ciahh.... tumben jawabannya galau," ketika menanyakan keadaanku. -___-" Hemmfff......


Hanya saja, ketika akhirnya mamah yang mengangkat telepon, menanyakan kabar saya, saya hanya bisa berbohong, "Baik," padahal udah jelas galau! Ketika ditanya masih sakit, kujawab "Sehat," padahal udah jelas juga 2 minggu ini naik-turun sakitnya. Ketika ditanya masih batuk atau tidak, kujawab "Enggak." Padahal saya masih batuk sampai sekarang. Artinya kondisi kesehatan badan saya tidak stabil. Untungnya berat badang saya tidak turun. Malah naik jadi 56,5 kg walau makan hanya 1 atau 2 kali sehari (suatu prestasi setelah 9 tahun selalu stagnan di angka 54 #terharu T_T). Anyway, semua pertanyaan mamah saya jawab dengan nada tidak ada semangat. "Doain aja ya, Mah...," pungkasku.
***
Sabtu, 28 Juli 2014, itu terakhir kali saya memposting tulisan di blog ini. Artinya sudah 6 bulan 20 hari-an saya vakum. Tidak benar-benar vakum sih. Beberapa tulisan saya simpan di draft, sebagian lagi di laptop (milik teman, milik saya sudah saya 'wariskan' ke si Teteh, karena netbook-nya rusak). Lalu tulisan-tulisan kecil yang sering saya buat di facebook. Tentu saja tidak semua saya share, kebanyakan saya private-kan karena tidak ingin dibaca orang.
Beberapa draft yang mangkrak, belum yang draft lama yang lebih 'secret'.
Jika karena kedua sobat saya yang telah menulis masalah idealisme vs realitas, kemudian saya menawarkan tulisan penutup untuk mereka, mungkin saya akan lebih lama vakum menulis. Saya khawatir PHP-in mereka :p Sungguh... (mulai lebaynya) dengan banyaknya masalah yang saya hadapi tahun ini, fokus saya menjadi berantakan. Menulis pun menjadi hal yang paling membuat malas di dunia, hahaha....

Maka anggap saja tulisan-tulisan ini merupakan pengiring menuju masa transisi saya di usia 26 tahun pada 8 April nanti. Kenapa disebut umur transisi? Banyak orang menganggap umur 25 tahun sebagai titik mula kedewasaan, lalu menulis harapan dan impian di saat mereka menginjak usia tersebut. Nah karena umur tersebut telah lewat. Ditambah proyeksi saya untuk menikah adalah umur 25-27. Artinya umur 25 sudah lewat. Umur 27 sebentar lagi. Amannya umur 26 saya anggap sebagai umur 'transisi'. Karena patokan ke umur nikah tersebut. Walau yang dibahas bukan nikah melulu. Hehehe...

Di tahun ini pula, saya banyak menulis tulisan yang bersifat dialog 2 orang yang bernama A dan B. Ini sebenarnya dialog imajiner tapi diambil berdasar kisah nyata (aduh bahasanya...) maksudnya dari kejadian sehari-hari yang saya tangkap di sekitar saya. Jadilah saya namakan tulisan itu AB's Note. Secara AB itu akronim nama saya juga :D Jadi kalau nanti dialognya berkembang ke tokoh B, C, D dst. atau berubah menjadi tulisan non-dialog, AB's Note tetap relevan digunakan.

So, enjoy the reading!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar