Selasa, 17 Maret 2015

Dia



A: Katanya dia akan datang ke sini.
B: Yap

A: Kau tidak akan bertemu dengannya?
B: Ya, tidak.

A: Dia pasti rindu padamu.
B: Ya, tapi dia juga tidak akan bertemu denganku.

A: Benarkah? Mengapa?
B: Kami sama-sama malu.

A: Malu kenapa? Seperti anak kecil saja.
B: Dia malu karena Allah. Ilmunya telah meninggi, ketinggiannya membuatnya semakin merunduk malu. Malu bermaksiat karena banyaknya amal yang telah diamalkannya. Hilang hafalan qur’annya jika berkumpul dalam kemaksiatan. Malu jika bertemu di waktu yang belum haknya.

A: Lalu dirimu sendiri?
B: Aku juga malu karena Allah. Bedanya aku malu karena banyaknya maksiat yang kulakukan. Makin tidak produktifnya diriku karena tidak ada amal yang bisa kubanggakan kepada-Nya minggu ini. Imanku semakin lemah. Aku malu bertemu dengannya dalam kondisiku seperti ini. Di saat dia semakin meninggi ke langit para bidadari. Aku semakin terpuruk dalam kubangan para penjahat. Terjun bebas ke dalam jurang setan yang terkutuk.

A: …
B: Benarkah aku pantas untuknya?

A: Aku tidak tahu. Tuhan yang Maha Tahu. Kudoakan yang terbaik untukmu.

AB’s Note 27/01/2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar